Sukmawati Bandingkan Soekarno dengan Nabi, Cak Nanto: Pejuang Kemerdekaan Jangan Dikapitalisasi

0

TabloidCermin.Com, Jakarta – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah angkat bicara terkait ungkapan Sukmawati Sukarno Putri yang membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad

Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menilai perbandingan yang dilakukan Sukmawati kurang tepat. “Pejuang kemerdekaan jangan sampai dikapitalisasi,” kata Sunanto dalam rilis yang diterima tabloidcermin.com, Minggu (17/11/2019).

Lelaki yang akrab disapa Cak Nanto tersebut setidaknya memberikan tiga pernyataan penting untuk menjadi perhatian. Pertama, menurut Cak Nanto, perbandingan yang dilakukan oleh Sukmawati antara Soekarno dan Nabi Muhammad SAW sebenarnya tidak apple to apple. Sebab kedua tokoh itu memiliki posisinya masing-masing dihati umat Islam Indonesia.

“Nabi tentu memiliki keistimewaan yang tinggi dan Nabi Muhammad Rasul utusan Allah SWT, bahkan Soekarno sendiri sangat memuliakan Nabi Muhammad,” tegas Cak Nanto.

Kedua, kata Canto, peran para founding fathers dalam memerdekakan Indonesia tidak bisa kapitalisasi oleh satu atau sekelompok orang saja. Sebab Indonesia adalah hasil perjuangan semua anak yang telah berkorban. Ada puluhan juta pahlawan telah gugur demi rumah keindonesiaan.

“Adapun kedudukan Soekarno sebagai pemimpin bangsa memiliki keistimewaan dalam sejarah kepahlawanan,” imbuhnya.

Ketiga, Cak Nanto berharap para elit ini tidak mengucapkan kata-kata yang bisa menimbulkan gejolak dan reaksi. Apalagi menimbulkan perasaan terusik bagi kalangan-kalangan tertentu. Umat Islam dan Negara memiliki hubungan historis yang kuat. Dengan begitu ajaran Nabi Besar Muhammad SAW menjadi bagian yang paling utama dalam mendorong kemerdekaan.

“Buktinya tokoh-tokoh Muhammadiyah, yang merupakan pengikut Muhammad SAW, seperti Ibu Fatmawati, Soekarno, Jenderal Soedirman, Kiyai Ahmad Dahlan, Nyai Walidah, Ki Bagus Hadikusumo dan lain-lain adalah pahlawan dan pejuang kemerdekaan,” tegas Cak Banto.

Diketahui, Sukmati dalam salah satu forum membandingkan antara Sukarno dan Nabi Muhammad. Ucapan Sukmawati itu dilontarkan pada saat dirinya menghadiri sebuah diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ pada Senin (11/11/2019).

Awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan kepada forum.

“Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan? Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau jawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini,” tanya Sukmawati dikutip dari Detik.com.

Forum hening. Tidak ada yang menjawab pertanyaannya itu. Dia pun lalu melontarkan kembali pertanyaan itu kepada forum yang dihadiri sejumlah mahasiswa.

“Di abad 20, yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia itu Nabi Yang Mulia Muhammad atau Ir Sukarno? Tolong jawab, silakan anak-anak muda, saya mau tahu jawabannya, ayo jawab, nggak ada yang berani? Saya mau yang laki-laki, kan radikalis banyaknya laki-laki,” lanjutnya.

Seorang mahasiswa kemudian berdiri. Sukmawati pun menanyakan identitas mahasiswa yang akan menjawab pertanyaannya itu.

“Saya Muhammad Takim Maulana, mahasiswa UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Selatan. Memang benar pada awal ke 20 yang berjuang itu Ir Sukarno, nah…,” ucapan Takim langsung dipotong Sukmawati.

“Oke, setop. Hanya itu yang Ibu mau tanya,” ucapnya. []

Reporter: Fawaid
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here