Polemik Membaca Surat Yasin untuk Orang Mati (2-habis)

0

Lanjutan dari Polemik Membaca Surat Yasin untuk Orang Mati (1)

Oleh: M. Danusiri*

Neraca
Jika menjelajah polemik mengenai membaca surat Yasin untuk orang mati ini diturutkan terus, maka akan ditemukan begitu banyak kitab atau pendapat, baik yang melaksanakan maupun yang meningnggalkannya dan keduanya tidak dapat dipersatukan. Dalam rangka ber-tasamuḥ, maka polemik itu perlu di-mauquf-kan. Biarlah orang yang membaca surat Yasin untuk orang mati nyaman dengan pendirian, sikap, dan perbuatannya. Jika salah diukur dari manjhaj Rasulillah, serahkan saja kepada Allah. Jika ternyata benar, biarlah menjadi varian amal shalihnya.

Harapan ini juga berlaku bagi yang mentalqin dengan kalimah tahlil. Harapan ini dirumuskan karena dialog mengenai benar atau salah membaca surat Yasin untuk orang mati telah buntu.

Terlepas dari keperbedaan dasar di atas, ada pertimbangan lain. Di dalam himpunan kitab hadis Islam Web dengan judul Jawami al-Kalam Ḫushn ad-Difa al-Awwal an as-Sunnah, di dalamnya memuat 1400 kitab hadis menyebutkan terdapat 84 hadis yang pesannya agar mentalqin kalimah tahlil, Lȃ ilȃha illallȃh terhadap orang yang sedang sakaratul maut.

Sementara itu hadis yang menjelaskan perintah membaca surat Yasin untuk orang mati hanya dua buah saja, yaitu tertulis dalam Sunan Abu Dawud dan Musnad Abi Dawud ath-Thayalisi. Menurut versi ini, jelas jauh lebih kuat kualitas sebagai acuan dalam beragama pada mentalqin tahlil karena baik syahid maupun muttabi-nya sangat banyak dan kuat dibanding membaca surat Yasin yang hanya ada muttabi-nya satu, yaitu musnad ath-Thayalisi.

Jalur sanad hadis tentang membaca surat Yasin untuk orang mati, sebgaimana trdapat dalam Lidwa pustaka i-software 9 Kitab Hadis, adalah sebagai berikut:

Imam Imam Ahmad, hadis nomor 19415 adalah sebagai berikut: Arim, dari Mutamir, dari bapaknya, dari rajul (seseorang), dari bapaknya, dari Maqil bin Yasar-dari Rasulullah.

Imam Ahmad, hadis nomor 19416 adalah: Arim, dari Abdullȃh bin al-Mubȃrak, dari Sulaimȃn at-Taimi, dari Abi Utsmȃn, dari bapaknya, dari Maqil bin Yasar, dari Rasulullah.

Imam Ahamd, hadis nomor 19427 adalah:Ali bin Isḥaq, dari Abdullȃh dan Atȃb, dari Abdullȃh bin al-Mubȃrak, dari Sulaiman at-Taimi, dari Abi Utsmȃn, dari bapaknya, dari Maqil bin Yasar, dari Rasulullah.

Abu Dawud, hadis nomor 2714 adalah: Muhammad bin al-Alȃ dan Muhammad al-Makki al-Marwazi, dari Ibnu al-Mubȃrak, dari Sulaimȃn at-Taimi, dari Abi Utsmȃn, dari bapaknya, dari Yasar, dari Nabi

Ibnu Majah hadis nomor 1438 adalah: Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Ali bin Abi Ḫasan bin Syaqȋq, dari Ibnu al-Mubȃrak, dari Sulaimȃn at-Taimi, dari Abi Utsmȃn, dari bapaknya, dari Maqil bin Yasar, dari Rasulullah.

Kelima jalur di atas melewati rawi dari Sulaiman at-Taimi, Abi Utsmȃn dan bapaknya. Dua rawi bapak-anak ini majhȗl dalam dunia periwayatan hadis. Hadis Ahmad nomor 19415 di atas ditengarai Abu Utsman yang majhȗl itu. Lebih dari itu, riwayat: al-Ḫakim (1/753), al- Baghawiy dalam Syarḥu as-Sunnah (5/295), al-Baihaqiy (3/383), Ibnu Ḫibban dalam Shaḥih-nya (2991), semuanya dari jalur Sulaiman at-Taimiy dari Abu Utsmȃn dan Lais an- Naḥdiy dari bapaknya (https://muslim.or.id/25124-derajat-hadits-membacakan-surat-yasin-pada-orang-yang-akan-meninggal.html).

Ke-majhȗl-an Bapak-anak itu ternyata amat masyhȗr di kalangan perawi hadis. Memang ada jaur lain tentang membaca surat Yasin ini, yaitu:

حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنِي الْمَشْيَخَةُ أَنَّهُمْ حَضَرُوا غُضَيْفَ بْنَ الْحَارِثِ الثُّمَالِيَّ حِينَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ فَقَالَ هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ يس قَالَ فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُونِيُّ فَلَمَّا بَلَغَ أَرْبَعِينَ مِنْهَا قُبِضَ قَالَ فَكَانَ الْمَشْيَخَةُ يَقُولُونَ إِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ الْمَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا قَالَ صَفْوَانُ وَقَرَأَهَا عِيسَى بْنُ الْمُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ

(Telah menceritakan kepada kami Abu al-Mughirah telah menceritakan kepada kami Shafwan telah bercerita kepadaku beberapa orang syaikh, mereka menghadiri Ghudlaif al-Harits ats-Tsumali tatkala kekuatan fisiknya telah melemah, lalu berkata; “Maukah salah seorang di antara kalian membacakan surat Yasȋn?” “Lalu Shalih bin Syuraih as-Sakuni membacanya, tatkala sampai pada ayat yang ke empat puluh, Ghudlaif Alharits ats-Tsumali wafat.” (Shahwan radliyallahu’anhu) berkata; “Beberapa syaikh tadi berkata; ‘Jika hal itu dibacakan di sisi mayit, maka akan diringankannya.” Shahwan berkata; ‘Isa bin al-Mu’tamir membacakan di sisi Ma’bad (HR. Ahmad, 16355).

Jalur sanad hadis ini adalah: Ahmad, dari Abu al-Mughirah, dari Safwan, dari masyyakhah (orang-orang tua), dari Ghuḍaif bin ats-Tsumali. Orang orang terakhir ini disebutkan thabaqat antara shahabat dan tabiin, kalau dikatakan shahabat tentu shahabat unior ketika memperoleh hadis dari Rasul. Ini aneh, ia masih berusia anak, sementara shahabat senior tidak ada yang meriwayatkan dari Nabi. Kalau dikatakan tabiin, tambah aneh, tidak mungkin ia menerima dari Nabi.

Jadi secara sanad, hadis tentang membaca surat Yasin untuk atau di dekat orang sakaratul maut adalah cacat. Dalam matan, dia yang menderita sakit (menuju ke kematian), ia pula yang meminta untuk dibacakan surat Yasin. Andai ini dikatakan hadis, kategorinya adalah mursal shahabi dengan jenis hadis qauliyyah darinya.

Kualitas hadis demikian termasuk lemah karena tidak jelas datang dari Nabi. Selain itu, terdapat ketidakjelasan rawi yang disebut masyyakhah (orang-orang tua). Siapa mereka itu? Tentu, hadis ini lemah karena majhȗlȃt (tidak diketahui semua). Mereka itulah yang mula-mula meneruskan nasihat Ghuḍaif untuk mentradisikan membacakan surat Yasin untuk orang mati.

Karena hadis ini tidak ada penguatnya, sementara terbukti lemah dari dua arah, maka penulis, tanpa menyalahkan siapapun, lebih memilih menuntun tahlil manakala memperoleh kesempatan untuk menuntun tahlil, Laa ilaaha illallaah, orang yang lagi sakaratul maut. Wallahu alamu bi ash-shawab.[]

*Penulis adalah Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PWM Jawa Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here