Empat Kepengurusan Ortom Muhammadiyah Semarang Dilantik

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Tapak Suci, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Semarang, menggelar pelantikan di Aula Rumah Dinas Walikota Semarang, Sabtu (15/2/2020).

Empat Organisasi Otonom (Otonom) tersebut melantik sebanyak 43 orang dari Pemuda Muhammadiyah, 30 orang dari Nasyiatul ‘Aisyiyah, 47 orang dari Tapak Suci, dan 23 orang dari Ikatan Pelajar Muhamamdiyah. Mereka dilantik ketua Ketua Wilayah Jawa Tengah dari masing–masing ortom.

“Sepirit Muhammadiyah senantiasa mengilhami setiap organisasi otonom dilingkungan Muhammadiyah. Demikian baik Pemuda Muhammadiyah, Nasiatul Aisiyah, Tapak Suci dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Pemuda Muhammadiyah lahir untuk membangun generasi yang tangguh untuk masa mendatang. Sebagai salah satu organisasi tertua dilingkungan Muhammadiyah  lahir pada tanggal 2 Mei 1932, Pemuda muhammadiyah bersama dengan ortom yang lain hadir sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah,” kata Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Periode 2020 – 2024 Suharno.

Menurut Suharno, visi Ortom Muhammadiyah mempersiapkan kader dan generasi Muda kota Semarang untuk menghadapi tantangan di masa depan yang lebih beragam, komplek, penuh dinamika dan berbagai kepentingan dalam rangka mencapai maksud dan tujuan Pemuda Muhammadiyah.

“Misinya menjadikan gerakan dakwah amar ma’ruf  nahi mungkar, gerakan keilmuan, gerakan sosial kemasyarakatan, dan gerakan kewirausahan sebagai tumpuan kegiatan dengan memahami setiap persoalan yang timbul  dan kebutuhan lingkungan dimana Pemuda Muhammadiyah melakukan karya amal nyata,” katanya.

Lebih lanjut Suharno menjelaskan, Pemuda Muhammadiyah kota Semarang bersama ortom yang lain akan berusaha dengan sekuat tenaga mewujudkan masyarakat Islam yang diidealkan oleh Muhammadiyah. Bagi Muhammadiyah masyarakat islam adalah sebuah corak keberislaman yang “ wasatiyah” (tengahan) dengan format kebudayaan dan peradaban yang berkesinambungan.

Selain itu, Muhammadiyah juga memandang perlunya sebuah masyarakat Islam yang mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan. Kemajuan dalam pandangan Islam adalah kebaikan yang serba utama, yang melahirkan keunggulan hidup lahiriah dan rohaniyah.

“Dari kerangka berfikir Muhammadiyah ini, Pemuda Muhammadiyah bersama ortom Tapak Suci Nasiyatul Aisiyah, IPM memandang penting menanamkan nilai-nilai ke-Islaman yang menjadi falsafah Muhammadiyah kepada kader Pemuda Muhammadiyah berserta ortom lainnya di berbagai jenjang dalam berbagai forum pengkaderan. Hal ini dilatar belakangi oleh perkembangan varian keislaman yang diperaktekkan anak muda yang coraknya cenderung ke kanan atau bahkan ke kiri. Oleh karena itu menghadirkan kembali pikiran-pikiran otentik muhammadiyah mengenai keislaman adalah keharusan,” paparnya.

Dia menambahkan, kader Pemuda Muhammadiyah adalah kader umat dan kader bangsa yang harus senantiasa menyebarkan virus-virus kebaikan sebagaimana slogan Pemuda Muhammadiyah “ Fastabiqul Khairat”, berlomba-lomba dalam baikan. Kebaikan atau keshalehan itu dapat dilakukan dengan 3 M, yakni mulai dari hal-hal kecil, mulai diri sendiri, dan mulai sekarang juga. Hal itu bisa dilakukan dimana saja seperti di tempat kerja, di rumah dan dimasyarakat. Dengan demikian Pemuda Muhammadiyah bisa memberi kontribusi nyata pada warga masyarakat dan Pemerintah Kota Semarang.

“Perahu “ Pemuda Muhammadiyah” ini adalah milik kita bersama. Bahwa harus ada yang jadi nahkoda, itu harus. Tetapi tidak boleh menafikan peran-peran lain yang memiliki fungsi strategis dan menentukan. Saya mengharapkan bahwa seluruh elemen yang berkiprah di Pemuda Muhammadiyah ini menjalankan peran-perannya dengan maksimal. Mari kita bergerak bersama, berjamaah agar lebih solid. Meminjam istilah Cak Nanto “ kalau bisa maju bersama mengapa harus sendirian”,” tegas Suharno. []

Sumber : PWMJateng.com
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here