Sikura Kemayu, Hand Sanitazier Lokal Karya Siswa dan Guru SMP Muhammadiyah PK Solo Buat Cegah Corona

0

TabpoidCermin.Com, Solo – SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mampu meracik bahan-bahan kearifan lokal menjadi Hand Sanitizer. Produk tersebut diberi nama Sikura Kemayu.

Guru Fisika SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta Nurul Fitria menjelaskan, karya Hand Sanitizier sudah lama dibuat anak-anak Karya Tulis Ilmiah (KIR) SMP Muhammadiyah Kottabarat. Karena anjuran libur, Selasa (17/3/2020), guru bergerak mewakili para siswa membuat Hand Sanitizer.

“Kami mencoba memanfaatkan kearifan lokal yaitu kemangi dan daun sirih. Kami membuat menjadi dua jenis yaitu Sikura (sirih dan kulit rambutan) dan Kemayu (kemangi, lidah buaya, dan kulit jeruk purut),” jelas Nurul

Daun sirih dan daun kemangi sengaja dipilih karena mengandung pengganti alkohol. Kandungan itu sebagai antiseptic melawan kuman. Selain itu, dua bahan tersebut bisa menjawab kesulitan masyarakat mendapatkan alkohol di pasaran.

Nurul menambahkan, pembuatan Hand Sanitizer cukup mudah dan tidak memerlukan biaya yang banyak. Untuk pembuatan Sikura, adalah dengan merebus daun sirih dan kulit rambutan dalam wadah berbeda untuk diambil ekstraknya. Setelah itu, baru dicampur sesuai selera.

“Kita tambahkan minyak zaitun sebagai pelembut di tangan,” imbuhnya.

Yang kedua, pembuatan Hand Sanitizer Kemayu, lidah buaya dikupas kulitnya untuk diambil dagingnya. Daun kemangi dicuci bersih. Kedua bahan tersebut diblender lalu diambil ekstraknya. Serbuk jeruk purut dilarutkan dengan air kemudian dicampur dengan ekstrak kemangi dan lidah buaya.

“Kandungan yang hampir sama dengan alkohol adalah daun kemangi dan daun sirih. Komposisinya kandungan alkoholnya perlu penelitian lebih lanjut,” jelas Nurul.

Lebih lanjut Nurul menjelaskan, kandungan yang terdapat dalam kulit rambutan dan lidah buaya adalah sebagai antioksidan. Zat kimia yang ada di dalamnya seperti saponin, tanin, dan polivenol. Saponin dan tanin sebagai antibakteri. Polivenol setelah diekstrak terdapat buih atau gelembung. Menurutnya, hal itu bisa digunakan sebagai cuci tangan.

Dia menambahkan, manfaat yang bisa diperoleh dari produk ini adalah untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer di masyarakat. Menurutnya kebanyakan masyarakat masih menggunakan alkohol, padahal keberadaan alkohol sudah langka.

“Sebaiknya kita berharap bahan kearifan lokal bisa lebih dimanfaatkan. Hal itu karena keberadaannya banyak, mudah, murah, dan manfaatnya bisa dirasakan,” harapnya.

Humas Aryanto mengapresiasi karya dari siswa dan guru yang tergabung dalam KIR sekolah. Sementara ini, hand sanitizer tersebut masih untuk kalangan sendiri alias belum diperjualbelikan.

“Untuk kemampuan Hand Sanitizer membunuh kuman dan bakteri, perlu dilakukan uji laboratorium lebih mendalam,” tandasnya. []

Reporter: Fawaid/Humas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here