Muhammadiyah Tanggapi Tausiyah MUI Jateng Soal Imbauan Tak Menyelenggarakan Shalat Jumat dan Shalat Rawatib di Masjid

0
Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir. (foto/istimewa)

TabloidCermin.Com, Semarang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengeluarkan tausiyah kepada pengelola masjid di Jawa Tengah untuk tidak menyelenggarakan ibadah di masjid, termasuk penyelenggaraan Shalat Jumat. Tausiyah dikeluarkan tanggal Selasa 24 Maret 2020 menyikapi bahaya Virus Corona atau Covid-19.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir mengatakan, penyelenggaraan ibadah di masjid melihat situasi dan kondisi di masing-masing daerah.

“Karena sikon tiap daerah berbeda, maka bisa disikapi dengan sikon daerah masing-masing. Bagi daerah terpencil yang jauh dari pantauan dan belum terkontaminasi Covid-19, tidak apa-apa jumatan. Kecuali jika ada yang ODP dan PDP, mereka tidak usah jumatan dulu,” ujar Tafsir menanggapi kepada tabloidcermin.com, Rabu (25/3/2020) malam.

Namun untuk wilayah perkotaan, Tafsir melanjutkan, lebih baik tidak menyelenggarakan jumatan. Hal ini mengingat kondisi masyarakat yang lebih heterogen sehingga potensi terpaparĀ  Covid-19 lebih besar. Menurutnya, menghindari mafsadat lebih diutamakan dari mendapatkan mashlahat.

“Kalau yang diperkotaan lebih baik tidak jumatan karena masyarakatnya lebih heterogen dan potensi terpaparnya lebih besar. Menghindari mafsadat lebih diutamakan daripada mendapatkan maslahat,” katanya.

Dalam tausiyah MUI Jawa Tengah dikatakan, MUI Jawa Tengah mengimbau agar pengelola masjid dan seluruh umat Islam di Jawa Tengah untuk tidak menyelenggarakan shalat jumat pada tanggal 27 Maret 2020. Para jamaah diminta untuk melaksanakan shalat Dzuhur di rumah masing-masing.

Selain itu, MUI Jawa Tengah mengimbau agar pengelola masjid tidak menyelenggarkan jamaah shalat rawatib lima waktu. Pengelola masjid juga diminta untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak pihak, baik di masjid maupun di tempat lainnya.

Tausitah MUI Jawa Tengah terkait penyelenggaraan Shalat Jumat dan Shalat Rawatib di Jawa Tengah

Untuk pelaksanaan shalat Jumat selanjutnya, MUI Jawa Tengah mengbarkan akan dikeluarkan tausiyah selanjutnya sesuai dengan perkembangan situasi.

“Tausiyah ini ditujukan kepda seluruh masjid di Jaw Tenga,” demikian Tausiyah MUI Jawa Tengah yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Tengah Dr. KH. Hadlor Iehsan tersebut. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here