Lazis Muhammadiyah Salurkan Rp 5 M Khusus Penanggulangan Covid-19

0
Ilustrasi APD. (foto/antara).

TabloidCermin.Com, Jakarta – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pusat 2 April 2019 merilis laporan pengeluaran program penanganan Covid-19 yang telah direalisasikan untuk memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini. Laporan didasarkan pada peran aktif Lazismu bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dalam melakukan respons selama masa tanggap darurat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief menyampaikan, Lazismu sebagai bagian dari gerakan filantropi di bawah naungan Muhammadiyah mengapresiasi langkah-langkah pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan terhadap wabah corona yang telah menjadi pandemi. Menurut Hilman, peran Lazismu diwujudkan dalam bentuk program Nasional bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bernama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).

“Pusat informasi MCCC bahkan merilis 20 rumah sakit Muhammadiyah yang dijadikan rujukan dalam penanggulangan wabah corona,” jelas Hilman melalui rilis tertulis yang diterima tabloidcermin.com, Jumat (4/3/2020).

Disamping itu, Hilman mengatakan, Lazismu telah menyalurkan bantuan untuk penanggulangan Covid-19 nilai sebesar Rp 5,5 Milyar, diserahkan kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah yang selanjutnya diserahkan kepada MCCC di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta.

“Bantuan itu digunakan untuk berbagai pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, memfasilitasi kebutuhan bangsal atau ruangan di rumah sakit yang membutuhkan dana tidak sedikit,” katanya.

Dalam hal penaganan Covid-19, Lazismu tidak bergerak sendiri. Gerakan melibatkan banyak pihak. Di antaranya MCCC dan BNPB, majelis dan lembaga, ortom dan amal usaha di Muhammadiyah, termasuk komunitas masyarakat sipil dan komunitas profesional seperti perusahaan dan media massa.

Beberapa faktor yang menggerakkan itu, dijelaskan Hilman, antara lain karena keberadan Lazismu yang hampir merata di seluruh Indonesia. Selain itu, kiarena derasnya arus informasi tentang gejala dan penyebarannya yang tak terbendung.

“Kemudian Faktor Lazismu sendiri sebagai lembaga amil zakat nasional (filantropi Islam) yang secara resmi dapat melakukan penggalangan dana seperti lembaga amil zakat lainnya,” papar Hilman.

Realisasi Program Penanganan

Realisasi keterlibatan Lazismu dalam penanggulangan Covid-19 berlangsung dalam berbagai pendekatan kegiatan, sinergi penggalangan dana (fundraising), kampanye sosial (social campaign) dan penyaluran nilai manfaat dana tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Hilman memaparkan, berdasarkan koordinasi Lazismu secara nasional diperoleh penghimpunan dana sebesar Rp 2.848.355.861. Dana tersebut dari Lazismu Pusat, Naggroe Aceh Darusalam, Sumatera Barat, Riau, Kepuluan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

“Dalam kesempatan berbeda, dana itu diperoleh dari kemitraan strategis Lazismu bersama perusahaan seperti Wardah, Alfamart, Alfamidi, dan Kelola Mina Laut,” imbuhnya.

Hilman melanjutkan, sebagai upaya meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat, melalui tagline #BersatuHadangCorona, Lazismu berkolaborasi dengan elemen internal Muhammadiyah melalui jejaring sosial online agar masifikasi informasi respons tanggap darurat ini benar-benar sampai ke khalayak. “Di samping itu juga melibatkan media massa dan komunitas media online,” katanya.

Adapun laporan program Lazismu dalam penganan Covid-19 sampai dengan 31 Maret 2020 dalam hal penyaluran tahap pertama sebesar Rp 6.128.211.405. Rinciannya, penyempotan disinfektan sebanyak 9.991 untuk 1.352 sekolah, 2.373 tempat ibadah, 1219 perkantoran, 140 panti asuhan, dan 4.407 rumah warga.

Dalam bentuk yang lain, penyaluran dimanfaatkan untuk pembelian APD (baju pelindung) sebanyak 31.303, hand sanitizer sebanyak 173.156 liter dan paket bantuan keluarga terdampak sebesar 31.125.

“Bantuan lainnya yang disinergikan Lazismu adalah pembuatan makanan siap saji dan pembuatan alat pelindung diri (APD). Dalam kegiatan ini Lazismu menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dalam pemberdayaan dana zakat bagi penerima manfaat yaitu penyandang disabilitas untuk keterampilan menjahit APD,” papar Hilman.

Bersamaan dengan itu, Hilman menambahkan, Lazismu juga melaksanakan program tanggap bencana bersama Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah dalam menyiapkan aktivasi relawan dan logistik. Lazismu mengucapkan terima kasih yang sebesar-sebarnya kepada donator, muzaki dan para pemangku kepentingan (stake holders) yang secara bersama-sama berkolaborasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

“Pendekatan preventif penting juga dilakukan mengingat ramadhan semakin dekat, dan Lazismu akan mempersiapkan bantuan berikutnya,” tandasnya. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here