DPD IMM Jawa Tengah Kecam Penolakan Jenazah Tenaga Kesehatan Covid-19

0

TabloidCermin.Com, Semarang – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah mengecam upaya penolakan jenazah tenaga kesehatan akibat Covid-19 yang dilakukan beberapa kelompok masyarakat beberapa hari terakhir.

“DPD IMM Jawa Tengah mengecam kepada masyarakat yang menolak jenazah Tenaga kesehatan dimanapun berada. Jika ada sekelompok masyarakat yang melakukan hal tersebut kami memohon kepada gubernur dan kepolisian untuk diberikan hukuman yang seberat-beratnya. Kemana lagi jika masyarakat itu sakit, kalau tidak ke tenaga kesehatan,” kata Feny Maulida, Bidang Kesehatan DPD IMM Jawa Tengah dalam rilis pernyataan sikap yang diterima tabloidcermin.com, Jumat (10/3/2020).

Menurut Feny, para dokter merawat pesien Covid-19 dengan sepenuh hati selama 24 jam, tanpa pamrih dan tanpa ingin diapresiasi. Mereka, lanjut Feny, hanya ingin mendedikasikan diri untuk menyembuhkan pasien.

“Banyak yang harus dipertimbangkan oleh perawat untuk merawat pasien Covid dari mulai keluarga, hubungan sosial masyarakat bahkan ambang hidup dan mati seperti antara siang dan malam. Mendengar perawat yang meninggal karena merawat pasien Covid 19 dan jenazahnya ditolak oleh masyarakat, kami sangat prihatin dan sedih,” katanya.

Atas beberapa kejadian penolakan yang jenazah tenaga kesehatan, DPD IMM Jawa Tengah berpendapat dan menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Balasan kami demi menyembuhkan pasien Covid 19 dan memgorbankan dirinya hingga tertular diperlakukan semena-mena oleh masyarakat.

2. Jika kami Tenaga Kesehatan tidak merawat pasien covid 19 apa yg akan terjadi masyarakat di Indonesia, Jumlah pasien covid akan semakin banyak bahkan bisa jadi seluruh masyarakat Indonesia akan terkena dan berpotensi banyak yang meninggal.

3. Tenaga kesehatan berupaya, untuk menolong masyarakat yang sakit walaupun diri sendiri yang harus menjadi korban.

4. Kami sangat menyayangkan respon masyarakat tersebut, dimana letak hati nurani kalian.

“Semoga masyarakat bisa lebih bijak melihat dalam bersikap dan memanusiakan para tenaga kesehatan yang terkena dampak sebagai garda terdepan pahlawan kemanusiaan melawan Covid-19,” ucap Feny melalui pernyataan tertanggal 10 April 2020 tersebut. []

Reporter: Yayas
Editor: M. Arifin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here