Lazismu Pekalongan Tasarufkan Rp 470 Juta untuk Rehab MBS KHM Mansyur

0
Prosesi pentasarufan Lazismu ke MBS KHM MAnsyur di Gedung MBS KHM Mansyur Jl Ahmad Yani No.98 Pekalongan oleh Direktur Eksekutif Lazismu Kota Pekalongan Sugeng Sutikno kepada Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekalongan, Suparto, Rabu (10/6/2020). (Foto/istimewa).

TabloidCermin.Com, Pekalongan – Lazismu Kota Pekalongan mentasarufkan dana infaq sebesar Rp 470 juta. Dana dialokasikan untuk rehab gedung Muhammadiyah Boarding School (MBS) KHM Mansyur.

Selain Infaq sebesar 470 Juta, Lazismu juga menyerahkan bantuan berupa 44 Eksemplar al-Qur’an dan terjemah Mushaf Attanwir. Pentasarufan dilakukan di kawasan Gedung MBS KHM Mansyur yang beralamat di Jl Ahmad Yani No.98 Pekalongan oleh Direktur Eksekutif Lazismu Kota Pekalongan Sugeng Sutikno dan diterima langsung oleh ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pekalongan, Suparto, Rabu (10/6/2020)

“Program kali ini merupakan bentuk support kami kepada MTS Muhammadiyah yang beralih fungsi menjadi Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang menjadi satu-satunya di Kota Pekalongan. Bantuan yang telah diberikan berupa dana untuk penambahan fasilitas dan bantuan lain juga diberikan berupa Al Quran dan terjemah Mushaf Attanwir sebanyak 44,” tutur Sugeng.

Lazismu Kota Pekalongan memang memiliki program infaq tersendiri untuk mensupport pembangunan MBS KHM Mansyur tersebut. Dna yang digunakan untuk pentasarufan hari ini merupakan hasil dari infaq masyarakat yang diberikan melalui Lazismu.

Sugeng berharap MBS KHM Mansyur bisa menjadi alternatif pilihan bagi santri di Kota Pekalongan sehingga tidak perlu keluar kota untuk mencari podok pesantren maupun MBS.

“Cukup di Kota Pekalongan saja karena sudah ada MBS. Semoga MBS KHM Mansyur juga bisa semakin berkembang dan menjadi favorit masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah Kota Pekalongan Suparto mengucapkan syukur atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu dalam rangka mendukung rehab Gedung MBS KHM Mansyur.

“Lokasi yang ditunjuk sebagai Gedung MBS KHM Mansyur adalah MTS Muhammadiyah Pekalongan dimana jika dilihat secara keseluruhan masih banyak yang harus diperbaiki,” katanya.

Adapun beberapa sarana yang masih perlu perbaikan, di antaranya sarana untuk proses belajar, sarana untuk mandi dan mencuci, sarana untuk makan, tidur dan beberapa sarana lainnya, termasuk kebutuhan untuk pengecatan beberapa bagian gedung.

“Setelah dihitung ternyata dibutuhkan dana sekitar Rp 470 Juta, setelah dimusyawarahkan akhirnya semua diputuskan satu pintu yaitu melalui Lazismu. Kebetulan Lazismu juga masuk dalam bendahara tim MBS sehingga dari pihak lazismu membantu mencarikan dana agar bisa terpenuhi kebutuhan dana untuk biaya rehab MBS ini. Alhamdulillah hari ini bisa terpenuhi dan langsung diserahkan kepada kami,” jelasnya.

Suparto juga mengucapkan terimakasih kepada Lazismu dan berharap kedepannya Lazismu tetap eksis serta berdayaguna bagi masyarakat maupun Persyarikatan Muhammadiyah. []

Reporter: Fawaid
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here