Bahas Muktamar, Keluarga Besar Muhammadiyah Seluruh Dunia Silaturrahim Virtual

0

TabloidCermin.Com, Kendal – Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 direncanakan Desember 2020 terus dipersiapkan oleh Pansel maupun panitia pelaksana. Pansel dan panitia berharap Pandei Covid-19 segera berakhir agar Muktamar berlangsung lancar.

“Kita berbdoa agar musibah ini diangkat Allah, sehingga Desember berjalan normal. Tapi kita tidak bisa menjanjikan, kita terus melakkan simulasi, tetapi kita berharap nanti akan sesuai rencana. Masa normal belum bisa diprediksi. Tapi kita juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pidatonya yang disampaikan dalam gelaran Sillaturrahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) secara virtual, Minggu malam (14/6).

Dilansir dari kendalmu.com, SKBM diikuti seluruh calon utusan resmi Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam dan luar negeri yang rencananya akan berlangsung Bulan Desember depan di Surakarta.

Tentang penggembira, Haedar mengaku masih masih berfikir, apakah boleh atau tidak. Sampai saat ini masih terus dikaji dan disimulasikan.

“Kita juga harus befikir penggembira sebagai modal syiar kita, ini belum bisa dipastikan, apakah boleh atau tidak. Kita masih terus mengkaji dan mensimulasikan. Tetapi intinya kita terus bersemangat dan terus menjalin ukhuwah,” ungkapnya.

Haedar berharap  musibah itu segera diangkat oleh Allah, dan menjadi normal.

“Tetapi kita tidak bisa menghadapi musibah ini sesuai dengan keinginan kita, karena memiiki sunatullah sendiri. Maka kita harus tetap waspada. Dalam menghadapi musibah pandemi ini PP Muhammadiyah telah mengeluarkan berbagai kebijakan, mulai dari yang umum seperti mendirikan MCCC dari pusat hingga ke tingkat bawah,” katanya.

“Kemudian kita juga mmbuat pedoman beribadah di tengah musibah. Kita merumuskan ibadah dari tarjih tentang beribadah di rumah. Yang terakhir mencoba melakkan simulasi di tempat-tempat yang relatif aman, untuk melakukan ibadah di mesjid dengan protokol yang ketat tetapi intinya kita tetap waspada,” sambungnya.

Haedar melanjutkan, dalam menghadapi musibah dan kebijakan persyarikatan, tentu tidak memuaskan semua pihak. Ia mengatakan, sesempurna apapun, pasti selalu ada kekurangan dan kelemahan. Karenanya Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan permohonan maaf, jika dalam mengambil kebijakan-kebijakan itu idak memuaskan semua pihak.

“Tetapi percayalah bahwa semua kebijakan itu berasal dari permusyawaratan. Sehingga berdasarkan pertanggungjawaban ruhani kita, insyaallah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam melakukannya itu didasarkan pada niat yang ikhlas dan pertanggungjawaban yang kami utamakan untuk kemaslahatan ummat, bangsa dan persyarikatan,” paparnya.

Muhammadiyah Berpondasi Kuat

Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah yang didirikan oleh KHA Dahlan memiliki pondasi yang kuat, kokoh sehingga para penerusnya lebih mudah melanjutkannya.

“Muhammadiyah didirikan melalui pondasinya yang sangat kokoh. Ketika di akhir hayatnya, KHA Dahlan yang sakit tidak mau istirahat, beliau menyampaikan bahwa dirinya ingin mendirikan pondasi yang selesai, sehingga penerusnya lebih mudah melanjutkannya,” katanya.

Menurutnya, apa yang diletakkan oleh Kiai Dahlan adalah pondasi yang sangat kuat, yaitu kembali pada al- Quran dan Sunnah, juga tajdid, merupakan pondasi yang sangat kokoh. Dengan itu, umat apat menghadapi berbagai tantangan di berbagai kondisi dan situasi.

“Dengan pondasi itulah kita punya perspektif pemikiran Islam yang sangat kokoh. Selain kembali Al quran dan Sunnah, dan ijtihad, kita juga mengembalikan bayani, burhani dan irfani,” katanya.

Maka dengan perspektif keislaman yang kokoh ini, ia melanjutkan, generasi sesudahnya harus merawat dan mengembangkannya, harus bertahan sampai berabad-abad kemudian. Muhammadiyah punya pondasi idiologi dan rumusan yang kokoh, yaitu Langkah 12 Muqodimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan Cita-cita Hidup, Pedoman Hidup Islami, Pernyataan Fikiran Muhammadiyah Abad ke2, Dakwah Kulturan Muhammadiyah, dan Darul Ahdi Wasyahadah.

“Ini adalah modal besar untuk mengambil jalan gerakan. Semua gerakan kita bersumber pada perspektif ini. Ketika kita membuat berbagai kebijakan organisasi maka sumbernya adalah prinsip-prinsip organiasi. Kita harus mereduksi kepentingan-kepentingan pribadi dan kembali pada kepentingan organisiasi,” jelasnya.

Haedar lantas meminta agar semua pihak bersinergi dan bekerja sama dengan sungguh-sungguh.

“Mudah-mudahan Allah melapangkan. Dan tentu kami di PPM juga terus mempersiapkannya, sambil terus memantau dinamika yang terjadi di wilayah, daerah, ortom dan semuanya. Kami sangat bersyukur atas tumbuhnya kemajuan dari seluruh pimpinan. Karenanya kami sangat berterimakasih atas perjuangan dari semuanya, baik pimpinan dari pusat hingga ke pelosok dan juga ortom, semoga itu menjadi amal soleh yang nyambung ke surga. Yang terakhir kita berdoa agar kita selalu sehat dan terhindari dari pandemi covid-19 ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan dari KH Ahmad Dahlan.

“Rawatlah Muhammadiyah, karena merawat Muhammadiyah sungguh tak mudah. Semoga di ujung perjalanku ini Allah memberi rido bagi persyarikatan Muhammadiyah,” ungkap Haedar. []

Dikutip dari kendalmu.com

Reporter: Fur/Fawaid
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here