PPDB di Era Pandemi dan Otoritas Pemerintah Daerah

0
Mustofa, SH.

Oleh : Mustofa, SH*

TabloidCermin.Com – Memasuki tahun ajaran 2020/2021 semua sekolah akan mempersiapkan berkenaan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Syarat masuk siswa baru di kala wabah pandemi Covid 19 akan berbeda di tahun ajaran baru pada tahun sebelumnya. Mengapa demikian? Karena di kala pandemi covid 19 harus menggunakan sesuai protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan, pakai masker hindari kerumunan. Ada beberapa prosedur harus dilalui dalam pelaksanaan harus mengacu pada Permendikbud.

Pemerintah Daerah dan sekolah mesti merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya adalah pemberian petunjuk yang benar-benar jelas, gamblang, dan mudah dipahami dalam teknis atau mekanisme pendaftaran. Ini agar orang tua siswa tidak mengalami kesulitan atau kebingungan saat mengikuti proses pendaftaran.

Bapak Mendikbud kita Mas Nadiem Makarim menyiapkan regulasi/aturan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) disaat wabah pandemi Covid 19 dan mengharapkan bersifat daring dalam pelaksanaannya. Untuk itu ada berbagai syarat baru masuk sekolah TK, SD, SMP, dan SMA atau SMK sesuai Permendikbud Nomor 44 tahun 2019:

Persyaratan masuk TK Berusia 5 tahun atau paling rendah 4 tahun untuk TK Kelompok A, berusia 6 tahun atau paling rendah 5 tahun untuk TK kelompok B. Syarat Masuk SD (Kelas 1) Berusia 7 tahun sampai 12 tahun,paling rendah berusia 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dan sekolah wajib menerima siswa yang berumur 7-12 tahun. Syarat Masuk SD (Kelas 1) Berusia 7 tahun sampai 12 tahun, paling rendah berusia 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dan sekolah wajib menerima siswa yang berumur 7-12 tahun. Diperbolehkan masuk SD pada usia minimal 5 tahun 6 bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan bila siswa atau anak memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

Jika tidak ada rekomendasi dari psikolog, bisa diperoleh melalui dewan guru sekolah. Syarat Masuk SMP (Kelas 7) Berusia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan, memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan siswa telah menyelesaikan kelas 6 SD. Syarat Masuk SMA atau SMK (Kelas 10) Berusia maksimal 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan, memiliki ijazah SMP /sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 9 SMP. Untuk SMK dengan bidang keahlian, program keahlian, atau kompetensi keahlian tertentu dapat menetapkan, tambahan syarat khusus dalam penerimaan siswa baru kelas 10.

Untuk tahun ajaran 2020/2021, penerimaan murid baru (PPDB) bisa melalui empat jalur atau sistem: Pertama, PPDB Jalur Zonasi Penerimaan calon siswa yang bertempat tinggal pada radius zona terdekat dari sekolah. Kuotanya minimal 50% dari daya tampung sekolah. Pada jalur zonasi, sekolah juga wajib menerima siswa yang tidak mampu dan penyandang disabilitas.
“Zonasi sangat penting untuk mengatur pemerataan kualitas sekolah dan peserta didik. Selain itu, menitikberatkan peran dan komposisi guru di suatu daerah,” kata Nadiem dalam keterangan resminya di Jakarta, baru-baru ini. Kedua PPDB Jalur Afirmasi Buat siswa yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, ada PPDB jalur afirmasi.

Tidak lagi pakai syarat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), tapi sekarang cukup melampirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kuota penerimaan siswa melalui jalur afirmasi minimal 15% dari kapasitas sekolah. Ketiga PPDB Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali Ada lagi PPDB lewat jalur perpindahan tugas orangtua atau wali. Kuota yang disediakan maksimal 5% dari kapasitas sekolah.

Diperuntukkan bagi siswa yang harus pindah tempat tinggal karena orangtua atau walinya dipindah tugas ke daerah lain. Syarat pendaftaran melalui jalur ini menyerahkan bukti surat penugasan dari instansi atau kantor tempat orangtua atau walinya bekerja. Keempat PPDB Jalur Prestasi Siswa berprestasi dan ingin melanjutkan pendidikan di sekolah negeri favorit, dapat menggunakan jalur prestasi.
Tentu saja syaratnya melampirkan hasil UN atau USBN, penghargaan di bidang akademik dan non-akademik, baik tingkat nasional maupun internasional. Kuota penerimaan siswa di jalur ini maksimal 30%. Semua aturan Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2020/2021 guna mempermudah para orang tua siswa untuk mencari sekolah yang diinginkan.

Otoritas Pemerintah Daerah
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyang Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki keragaman budaya. Otonomi Daerah mulai diberlakukan sejak ditetapkan melalui UU Nomor 22 tahun 1999 dan disempurnakan dengan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, berisi tentang penyerahan sejumlah wewenang yang semula menjadi urusan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, termasuk di dalamnya pengelolaan Bidang Pendidikan.

Dalam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan menjadi kewenangan di daerah. Pendidikan dasar (SD dan SMP) menjadi urusan pemerintah kabupaten/kota, pendidikan menengah (SMA/SMK) menjadi kewenangan pemerintah Propinsi. Maka antara daerah satu dengan lainnya berbeda karena beberapa faktor. Pertama, letak strategis wilayah Indonesia. Kedua, kondisi negara kepulauan. Ketiga, perbedaan kondisi alam. Keempat, keadaan transportasi dan komunikasi. Sehingga tiap daerah dalam hal ini dinas Pendidikan tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota untuk menetapkan petunjuk teknis berkaitan penetapan Zona, Kuota serta petunjuk teknis mengacu pada tata cara sesuai protokol kesehatan.

Akan tetapi di tiap daerah berbeda untuk membuat kebijakan agar disiapkan sesuai kondisi wilayah daerah masing-masing. Sehingga dalam pelaksanaannya bisa mengakomodir semua lapisan, tidak diskriminasi, ramah, serta memberi pelayanan terbaik bagi orang tua siswa untuk mengakses informasi sesuai harapan pemerintah yaitu mencedarkaskan bangsa menuju Indonesia unggul. []

*Ketua LHKP PDM Kab.Pemalang
Guru PKn SMP Muhammadiyah 02 Comal, Pemalang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here