AIS Muhammadiyah Semarang Menggelar Indonesian R Summit

0
Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang menghelat Webinar Nasional yang bertajuk The Connecting of Islamic Studies, Law, Economics, Finance, Social, Education, Health, Science and Technology in Industrial Revolution, Selasa (25/08/2020). (foto/istimewa).

TabloidCermin, Semarang – Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang menghelat Webinar Nasional yang bertajuk The Connecting of Islamic Studies, Law, Economics, Finance, Social, Education, Health, Science and Technology in Industrial Revolution, Selasa (25/08/2020). Kegiatan Webnas dibuka oleh Direktur AIS Muhammadiyah Semarang Dra. Wellie Sulistijanti.

Wellie Sulistijanti menyampaikan, Indonesian R Summit merupakan Event Tingkat Nasional Kolaborasi antara Akademi Statistika (AIS) Muhammadiyah Semarang, Lembaga Litbang PTM PWM Jawa Tengah dan Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) SEMAI. Kegiatan ini melibatkan para pakar, peneliti, akademisi dosen guru, mahasiswa untuk turut berpartisipasi dalam topik makalah Studi Islam, Hukum & Syariah, Manajemen, Ekonomi dan Keuangan, Pendidikan, Bahasa dan Sosial, Kesehatan & Kedokteran, Matematika, Sains, dan Teknologi, serta dalam topik Pengabdian Masyarakat.

“Event Webinar Nasional ini diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan hasil hasil penelitian serta pengabdian masyarakat untuk kemajuan keislaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, kemanusiaan, pendidikan, derajat kesehatan dalam meningkatkan daya saing bangsa serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sebagai salah satu PTS, Willie melanjutkan, AIS Muhammadiyah Semarang satu satunya akademi statistik di Indonesia mempunyai tanggung jawab dalam menyebarluaskan pengetahuan, berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta menerapkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

“Semoga Event Seminar Nasional ini bermanfaat dan berdampak pada kemajuan literasi dan ilmu pengetahuan,” imbuhnya.

Webinar Nasional ini menghadirkan nara sumber utama Staf Ahli Walikota Semarang Nana Storada, Guru Besar UNDIP Prof. Dr. Muhammad Nur, dan Dosen UIN Walisongo Dr. Ahwan Fanani, M.Ag.

Nana Storada mewakili Walikota Semarang mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan. Menurut Nana, kegiatan tersebut bisa memberikan input kepada Pemerintah Kota Semarang terkait pengembangan Smart City.

Sementara Prof Muhammad Nur mengatakan, terkait pengembangan perguruan tinggi menjadi Research University, hasil hasil riset perguruan tinggi harus mampu menciptakan inovasi produk unggulan.

“Produk yang dihasilkan oleh perguruan tinggi harus bermanfaat pada masyarakat yang nantinya bisa berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat terang guru besar UNDIP yang menekuni bidang plasma ini,” katanya.

Ahwan Fanani menekankan pentingnya Unity of Sciences dalam memahami agama dan ilmu pengetahuan umum.

“Kita tidak boleh memahami islam secara normatif tetapi bagimana nilai nilai keislaman itu menjadi humanis. Humanisasi nilai nilai islam itu yang nantinya akan mendorong untuk melahirkan ilmu pengetahuan secara menyeluruh dan mampu menjawab persoalan persoalan pada masyarakat,” jelas dosen tetap UIN Waliosngo Semarang tersebut.

Kegiatan Webinar Nasional yang didukung LAZIS Muhammadiyah Jawa Tengah. Diikuti 65 Perguruan Tinggi se Indonesia. Pada sesi akhir, dilaksanakan diskusi paralel oleh para pemakalah yang terpilih untuk menyampaikan topik sesuai bidang ahlinya. []

Reporter: Ilyas
Editor: M. Arif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here