Arti Dibalik Nama Muhammadiyah

0

Nasional – Pemilihan nama Muhammadiyah diputuskan oleh K.H Ahmad Dahlan melalui shalat istikharah. Artinya, Pendirian organisasi Muhammadiyah melalui dimensi spiritual yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ali Efendi MPd dalam acara Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Excellent yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 6 Pondok Pesantren Karangasem Paciran, Lamogan, Selasa (19/7/2022).

Dalam materinya, Ali menyampaikan, nama Muhammadiyah dibuat oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan agar warga Muhammadiyah dapat mengikuti Nabi Muhammad SAW dalam setiap tindakannya.

Dia menambahkan, tujuan adanya Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Dia lalu membeberkan jumlah amal usaha Muhammadiyah (AUM), yang memiliki 4.623 taman kanak-kanak, 71 sekolah luar biasa, 2.604 sekolah dasar, sekolah menengah pertama (SMP)/MTs 1.772, sekolah menengah atas (SMA)/SMK/MA 1.143, perguruan tinggi Muhammadiyah 172.

“Ini baru bidang pendidikan, belum kesehatan, sosial ekonomi, dan semuanya amal usaha Muhammadiyah yang digunakan sebagai media berdakwah,” ungkap Ali.

Ali menjelaskan materi tentang Muhammadiyah dalam Lintasan Sejarah. Materi yang disampaikan kepada 90 siswa baru SMAM 06 Ponpes Karangasem tersebut bertujuan agar siswa baru dapat memahami dan mengernal Muhammadiyah.

Tokoh Muhammadiyah Adet Bangsa

Ali juga menjelaskan, Muhammadiyah telah berumur 110 tahun. Dari 110 tahun itu terdapat 14 orang yang telah memimpin Muhamamdiyah. Bahkan, banyak tokoh dalam sejarah Indonesia yang merupakan warga Muhammadiyah. Contohnya, Kiai Haji Ahmad Dahlan, Ir Sukarno, Fatmawati, Jenderal Soedirman, dan lainnya.

Terakhir Ali menyampaikan warga Muhammadiyah banyak yang aktif dan bekerja di Persyarikatan akan tetapi masih belum begitu optimal dalam menjalankan roda organisasi. Salah satunya bagi pelajar. Maka dari itu pelajar Muhammadiyah harus aktif mengikuti IPM atau minimal ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan IPM.

“Pelajar Muhammadiyah seharusnya bangga menjadi bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah dengan amal usaha terbesar di dunia. Ingat dan ingat pelajar merupakan kader yang menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna AUM,” tutup Ali.

Ketua Umum PR IPM SMAM 06 Ponpes Karangasem Paciran Maunatus Silviana, mengatakan, karena tidak semua siswa baru berasal dari sekolah Muhammadiyah sehingga perlu dijelaskan dan dikenalkan kepada siswa baru.

“Seperti pepatah tak kenal maka tak sayang,” ucapnya.

Penulis : ZS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here